BKPP siapkan evaluasi kinerja Sekda Pusat Kota Semarang

BKPP siapkan evaluasi kinerja Sekda Pusat Perkotaan Semarang

Semarang – Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan juga Pembinaan (BKPP) Daerah Perkotaan Semarang, Jawa Tengah menyiapkan langkah evaluasi terhadap kinerja, kompetensi, dan juga keinginan instansi seiring masa jabatan sekretaris area yang dimaksud hampir rampung.

Kepala BKPP Pusat Kota Semarang Joko Hartono, dalam Semarang, Rabu, membenarkan bahwa evaluasi jabatan pimpinan lebih tinggi (JPT), satu di antaranya sekda, memang benar direalisasikan setiap lima tahun.

Iswar Aminuddin diangkat sebagai Sekda Daerah Perkotaan Semarang pada 1 Agustus 2019, sehingga pada 1 Agustus 2024 tepat lima tahun yang tersebut bersangkutan menjabat sebagai sekda.

Sesuai regulasi, kata dia, wajib dijalankan evaluasi terhadap kinerja, kompetensi, kemudian permintaan instansi.

"Evaluasi ini amanah regulasi, bukanlah berhadapan dengan keinginan apa pun dan juga perintah siapa pun. Insya Allah, kami akan persiapkan tahapan itu sesuai regulasi yang digunakan ada," katanya.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pusat Kota Semarang yang tersebut mengingatkan bahwa masa jabatan Sekda Pusat Kota Semarang Iswar Aminuddin akan genap lima tahun pada akhir Juli 2024.

"JPT ada kepala dinas juga sekda. Itu rutin kami lakukan. Bahkan, beberapa bulan lalu, kami lakukan evaluasi kepala dinas," katanya.

Proses evaluasi, lanjut Joko, dimulai dengan mengajukan perizinan terhadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), juga juga melakukan koordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Jika sudah ada ada izin lalu rekomendasi, pihaknya akan melaksanakan evaluasi terhadap Sekda Daerah Perkotaan Semarang.

"Harapannya, sebelum Agustus (2024, red.), evaluasi sudah ada selesai. Kalau kepala dinas lain masih ada waktu akibat baru dievaluasi tiga bulan lalu," katanya.

Joko menjamin bukan akan ada kekosongan jabatan sekda agar pelayanan komunitas tetap berjalan.

Sementara itu, Pelaksana Pekerjaan (Plt) Inspektur Pusat Kota Semarang Sumardi menambahkan, sesuai amanat UU 5/2014 pasal 133 disebutkan bahwa JPT dapat dihadiri oleh paling lama lima tahun.

Namun, secara operasional, dijabarkan pada Permenpan RB 15/2017 bahwa evaluasi telah sanggup direalisasikan pada saat masa jabatan empat tahun sembilan bulan.

Evaluasi diwujudkan melalui grup beranggotakan tiga orang, yakni dua dari pemkot, kemudian satu khalayak dari luar.

Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi akan menentukan jabatan sekda bisa saja dikerjakan perpanjangan atau tak diperpanjang.

Nantinya, Wali Pusat Kota Semarang yang digunakan menentukan berkoordinasi dengan KASN kemudian mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.

"Ini hal biasa. Kepala OPD lain juga dievaluasi. Proses evaluasi bukan diatur secara khusus berapa lama," paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Daerah Perkotaan Semarang, Muhammad Afif mengingatkan bahwa masa jabatan Sekda Daerah Perkotaan Semarang akan genap lima tahun pada akhir Juli 2024 itu sehingga diminta untuk menyiapkan mekanisme, yakni apakah akan menambah masa berlaku atau dihentikan.

"Dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja dan juga kesesuaian, kompetensi, juga keinginan instansi yang telah terjadi dapat persetujuan dinas kepegawaian serta berkoordinasi dengan KASN," katanya.

Di sisi lain, Iswar juga terlibat berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Perkotaan Semarang 2024 dengan mendaftar sebagai akan datang calon wali kota pada penjaringan di beberapa jumlah partai politik.

Aturan memang sebenarnya memperbolehkan ASN untuk mendaftar akan calon kepala area tanpa harus mengundurkan diri, tetapi apabila telah mendapatkan rekomendasi dari parpol atau koalisi serta ditetapkan oleh pelaksana pilkada sebagai calon maka permanen harus mundur.

Artikel ini disadur dari BKPP siapkan evaluasi kinerja Sekda Kota Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *