Dugaan Kekerasan Seksual Bikin Syarif Maulana Dinonaktifkan Unpar

Dugaan Kekerasan Seksual Bikin Syarif Maulana Dinonaktifkan Unpar

Jakarta

Isu dugaan kekerasan seksual di dalam Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung bermetamorfosis menjadi sorotan netizen setelahnya tersebar luas ke media sosial. Dugaan kekerasan ini menyeret salah satu dosen pada kampus itu yakni Syarif Maulana, ketika ini dosen yang mana diduga sebagai ‘pelaku’ itu sudah dinonaktifkan.

Awal Mula Kasus Viral

Kasus ini popular ke media sosial X, pada narasi menyebar itu ‘pelaku’ kekerasan seksual itu adalah dosen luar biasa Fakultas Filsafat Unpar bernama Syarif Maulana (SM). Syarif disebut melakukan aksi tidak ada terpuji itu.

Korban kekerasan seksual yang tersebut diduga dilaksanakan Syarif Maulana itu pun diminta menyampaikan laporan. Pihak kampus mengajukan permohonan penderita melapor melalui hotline dengan nomor 081320744852 juga email satgasppks@unpar.ac.id atau melalui Instagram @satgasppks.unpar atau melalui layanan pengaduan dengan mengakses https://bit.ly/FormLayananPengaduanKekerasanSeksualdiUniversitasKatolikParahyangan.

Syarif Maulana Dinonaktifkan

Kasus ini pun viral, pihak Unpar pun segera turun tangan dengan menonaktifkan Syarif Maulana. Dia dinonaktifkan, sekaligus tidak ada diperkenankan melakukan kegiatan apapun pada lingkungan Unpar per 13 Mei 2024.

“Sejak munculnya beragam unggahan di dalam media sosial yang mana menyatakan bahwa Syarif Maulana sebagai pihak yang digunakan terduga melakukan tindakan kekerasan seksual, yang tersebut bersangkutan telah tidaklah diperkenankan untuk melakukan kegiatan apapun, termasuk tetapi tidak ada terbatas pada kegiatan akademik serta nonakademik di lingkungan Unpar yang tersebut diselenggarakan baik secara daring maupun luring per 13 Mei 2024,” demikian pernyataan tertoreh Unpar sebagaimana dilansir detikJabar, Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENT

Penonaktifab ini bertujuan agar proses pemeriksaan lalu laporan dugaan kekerasan seksual ini terang benderang. Dia tidak ada lagi terafiliasi oleh Unpar.

“Hal ini diwujudkan untuk memberi kesempatan rute pemeriksaan kemudian tahapan pelaporan juga mengurangi meluasnya kemudian pengulangan terjadinya perbuatan serupa. Dengan demikian, sejak tanggal tersebut, seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh yang bersangkutan (jika ada) ke luar Universitas Katolik Parahyangan tak terafiliasi dengan Universitas Katolik Parahyangan,,” bunyi keterangan

Unpar juga melakukan konfirmasi Satgas Pencegahan kemudian Penanganan Kekerasan Seksual sudah ada memberikan imbaun terhadap setiap pihak yang tersebut merasa sudah mengalami dugaan kekerasan seksual oleh Syarif Maulana. Jika ada yang merasa menjadi korban, Unpar menyarankan supaya bisa jadi melapor melalui Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual di lingkungan Unpar.

“Aduan/laporan yang tersebut masuk melalui Satgas PPKS Unpar akan direspons secara normatif dan juga administratif, sesuai Peraturan Rektor Nomor III/PRT/2022-06/049 tentang Pencegahan lalu Penanganan Kekerasan Seksual dalam Universitas Katolik Parahyangan. Untuk diketahui bersama, Satgas PPKS UNPAR telah terbentuk sejak 18 Oktober 2022,” katanya.

“Aduan/laporan yang mana masuk akan berubah menjadi dasar bagi Unpar untuk mengambil tindakan lebih tinggi lanjut terhadap Syarif Maulana sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah penjelasan tersebut.

Unpar berjanji mengawal tindakan hukum ini untuk mewujudkan misi kampus aman tanpa kekerasan seksual. Bahkan, Unpar siap memberikan pendampingan bagi sivitas akademika yang merasa telah terjadi menjadi penderita dugaan kekerasan seksual yang dilaksanakan Syarif Maulana.

Selanjutnya

Syarif Maulana Buka Suara

Terkait isu ini, Syarif Maulana telah terjadi mengakses ucapan melalui akun X-nya. Syarif memohonkan maaf juga mengakui tindakan hukum kekerasan seksual itu.

“Saya mengaku bersalah berhadapan dengan perbuatan mengirimkan arahan lewat Whatsapp, DM X atau Instagram pada beberapa jumlah pendatang yang mana saya kenal dengan segera atau sebatas mutual di dalam media sosial, yang berisi instruksi genit kemudian flirting seperti permintaan foto diri (PAP), ajakan untuk bertemu, ajakan untuk berelasi, kemudian pada tindakan hukum tertentu berujung pada pengiriman arahan mesum, tak sopan kemudian tidak ada senonoh hingga ajakan untuk berhubungan seksual, yang dimaksud menyebabkan perasaan bukan senyaman serta bahkan trauma pada korban,” katanya.

“Saya mengaku bersalah melawan perbuatan yang tersebut direalisasikan pada ketika perjumpaan tatap muka dengan beberapa jumlah khalayak yang digunakan saya kenal langsung, yang mana menunjukkan dan juga menyampaikan instruksi genit juga flirting, yang dimaksud pada persoalan hukum tertentu berujung pada instruksi mesum, bukan sopan dan juga tiada senonoh berbentuk ajakan berelasi hingga ajakan berhubungan seksual, yang mana menyebabkan perasaan tak santai dan juga bahkan trauma pada korban,” tambahbya.

Dalam pernyataannya, Syarif mengaku bersedia diperiksa pihak kampus lain apabila ada pengaduan sejenis tentang perkara tersebut. Sebab di unggahannya, Syarif mengaku pernah bekerja dalam kampus swata lainnya dalam Bandung.

ADVERTISEMENT

“Terkait postingan di dalam X perihal tindakan hukum kekeras an seksual ketika saya bekerja pada T**kom (antara tahun 2013 2017), saya bersedia diperiksa oleh regu investigasi serta bekerja serupa penuh mengikuti segala langkah-langkah yang diperlukan. Saya memohon maaf sebesar-besarnya pada para korban. Saya juga memohon maaf pada para pihak yang dimaksud telah lama dirugikan akibat perbuatan saya ini, satu di antaranya di dalam antaranya teman-teman Kelas Isolasi, komunitas, jejaring, para penerbit, toko buku, pengurus acara, kampus, dan juga pihak-pihak lainnya yang pernah lalu sedang bekerjasama dengan saya,” ungkapnya.

Dia juga membuka kata-kata mengenai hambatan dugaan pinjaman online (pinjol). Dia mengutarakan segera menyelesaikan itu.

“Terkait permasalahan pinjol juga keterlambatan pengiriman buku yang sudah dipesan selama hampir dua bulan (sebagaimana dituliskan juga pada beberapa orang postingan di X), akan saya selesaikan secepatnya dan juga segera menghubungi pihak-pihak yang digunakan dirugikan,” tambahnya.

“Perbuatan yang digunakan saya lakukan ini adalah murni kesalahan saya pribadi kemudian tiada ada sangkut-pautnya dengan komunitas, jejaring, dan juga pihak-pihak lain yang tersebut pernah juga sedang bekerjasama dengan saya. Saya memohonkan maaf, sangat menyesal melawan perbuatan-perbuatan tersebut, berjanji untuk bukan mengulanginya, serta bersedia menerima segala konsekuensi, bekerjasama penuh pada rute pemeriksaan yang digunakan dikerjakan oleh kelompok investigasi, juga bertanggung jawab menanggung seluruh biaya serta menjalankan langkah-langkah yang diperlukan pada rangka pemulihan psikis para korban,” pungkasnya.

Artikel ini disadur dari Dugaan Kekerasan Seksual Bikin Syarif Maulana Dinonaktifkan Unpar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *