HNW Kembali Usulkan Pembentukan Badan Kehormatan MPR, Ini adalah Alasannya

HNW Kembali Usulkan Pembentukan Badan Kehormatan MPR, Ini adalah adalah Alasannya

Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid kembali mengusulkan dibentuknya Badan Kehormatan MPR sebagai upaya menghadirkan etika pada penyelenggaraan hidup bernegara sesuai TAP MPR. Hidayat mengemukakan usulan ini juga merupakan upaya untuk memverifikasi setiap anggota serta alat-alat kelengkapan dalam MPR menjalankan tugas lalu amanat rakyat sesuai dengan etika hidup hidup sebagai bangsa kemudian bernegara.

“Kembali gagasan yang dimaksud sebagai respons berhadapan dengan hasil kajian Badan Pengkajian MPR yang digunakan menyimpulkan tiada diperlukannya pembentukan Badan Kehormatan MPR dengan alasan bahwa anggota MPR adalah sekaligus anggota DPR juga DPD, yang setiap lembaga yang disebutkan sudah ada mempunyai badan kehormatannya sendiri,” ujar Hidayat pada keterangannya, hari terakhir pekan (17/5/2024).

Pria yang akrab disapa HNW ini memaparkan ada berbagai perbedaan antara MPR dengan DPR kemudian DPD, walau keanggotaan MPR berasal dari dua lembaga tersebut.

Pertama, MPR sebagai suatu lembaga negara dan juga anggota MPR secara individu memiliki tugas pokok, fungsi juga kewenangan yang mana berbeda dengan DPR juga DPD. Salah satunya kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dimaksud diwujudkan oleh semua anggota MPR.

“Pelaksanaan Sosialisasi ini juga diperlukan dilaksanakan dengan baik lalu sesuai dengan etika yang tersebut berlaku,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kedua, MPR juga mempunyai beberapa poin spesifik yang digunakan tidaklah ada dalam DPR dan juga DPD.

“Bukan semata-mata pada MPR ada pimpinan yang digunakan berbeda dengan pimpinan DPR maupun DPD, tetapi ke MPR ada juga alat kelengkapan yang tidaklah juga ada dalam DPRD kemudian DPR, seperti Badan Pengkajian, Badan Sosialisasi, Badan Anggaran, selain adanya juga Panitia Ad Hoc MPR,” imbuh HNW.

Lebih lanjut, HNW mengungkapkan MPR merupakan lembaga negara yang menghasilkan TAP MPR No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, yang menjadi pedoman bagi semua pejabat kemudian lembaga negara di dalam Indonesia. Adapun TAP MPR yang dimaksud masih berlaku hingga pada waktu ini.

“Bila lembaga negara lainnya, seperti DPR, DPD, MK, MA, KPU lalu bahkan lembaga negara penunjang (state auxiliary organ) seperti KPK miliki badan kehormatan sendiri, maka sudah ada sangat seharusnya bila MPR sebagai pihak yang menghadirkan TAP Etika Kehidupan Berbangsa juga memberikan teladan dengan membentuk badan kehormatannya sendiri,” ungkapnya.

HNW mengungkapkan gagasan pembentukan Badan Kehormatan MPR bukanlah pada rangka mencari-cari kesalahan para anggota MPR. Adapun gagasan ini menjadi dukungan akan terus hadirnya komitmen beretika oleh pengurus negara di dalam MPR di menjalankan amanahnya.

“Apalagi di berada dalam semakin brutalnya hidup demokrasi kemudian semakin rendahnya kepercayaan rakyat terhadap lembaga perwakilan rakyat, bahkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengumumkan Nusantara sedang krisis akhlak/moral. Jadi, telah sepantasnya bila MPR berkontribusi menghadirkan komitmen beretika di melaksanakan amanah Rakyat dalam lembaga permusyawaratan Rakyat lalu dengan itu mengatasi kepercayaan Rakyat terhadap Parlemen dan juga demokrasi, dengan pelaksanaan TAP Etika Kehidupan Berbangsa yang disebutkan melalui terbentuknya badan kehormatan MPR,” ucapnya.

HNW menganggap pada rapat pimpinan MPR sebelumnya, gagasan ini juga sudah ada dapat diterima sebagai komitmen menghadirkan etika pada pelaksanaan tugas oleh anggota MPR.

“Oleh dikarenakan itu, saya berharap agar gagasan ini dapat berubah menjadi salah satu topik bahasan yang digunakan diterima di rapat gabungan yang akan diagendakan oleh MPR pada akhir Mei nanti. Dan memasukkan secara spesifik mengenai badan kehormatan sebagai alat kelengkapan MPR di revisi Tata Tertib MPR juga inovasi keempat UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD serta DPRD,” pungkasnya.

(ncm/ega)

Artikel ini disadur dari HNW Kembali Usulkan Pembentukan Badan Kehormatan MPR, Ini Alasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *