Kasus mayat pada sarung, Polisi: Pelaku sempat buat skenario 

Kasus mayat pada sarung, Polisi: Pelaku sempat buat skenario 

DKI Jakarta –

Kepolisian mengungkapkan bahwa p​​​​​elaku FA (23) sempat menyebabkan skenario terkait persoalan hukum pembunuhan yang tersebut mayatnya dimasukkan di dalam pada sarung dalam Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Kepala Subdirektorat Reserse Mobile (Kasubdit Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully saat konferensi pers di dalam Jakarta, Selasa.

 

"Setelah membuang jenazah korban, FA menemui N yang tersebut masih berada ke warung lalu kemudian N menyampaikan terhadap FA, 'Kalau ada pemukim lain yang tersebut bertanya jangan cerita yang dimaksud sebenarnya' " kata Titus.

 

Titus menjelaskan dikarenakan pembicaraan tersebut, FA menyampaikan terhadap N untuk menciptakan skenario apabila ada yang menanyakan keberadaan korban.

 

Cerita skenarionya, yaitu "Pada hari hari terakhir pekan tanggal 10 Mei 2024 pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat korban pergi ke Bali untuk menemui mantan karyawan bernama Syaiful lantaran memiliki hutang terhadap individu yang terjebak yang belum diselesaikan dengan menggunakan satu unit mobil warna putih"

"'Setelah itu beliau pergi dengan menggunakan mobil tersebut, perihal yang dimaksud jangan bilang-bilang ke penduduk rumah saya'," kata Titus saat menyampaikan skenario yang dimaksud berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku.

 

Titus menjelaskan keduanya sempat menceritakan skenario yang disebutkan untuk penyidik namun diketahui keduanya berbohong pasca diperlihatkan CCTV.

 

"Tidak ada ke CCTV yang disebutkan mobil yang tersebut dibilang datang itu kan tak ada. Hanya kelihatan beliau lagi angkut karung itu, jadi mobil yang tersebut dibilang datang jam sekian-sekian itu kita cek pada CCTV itu gak ada," katanya.

 

Pelaku FA mengaku menyesal melakukan pembunuhan terhadap korban. "Saya menyesal menghadapi perilaku saya kemudian saya berjanji tak akan mengulangi lagi," katanya pada waktu dalam konferensi pers tersebut.

 

Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah terjadi mengungkap kronologi pembunuhan terhadap orang pemilik warung kelontong yang digunakan mayatnya dimasukkan ke pada sarung.
 
Kronologi persoalan hukum ini disampaikan oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully pada waktu konferensi pers ke Jakarta, Selasa.

 

Kasus pembunuhan yang dimaksud dijalankan oleh pelaku FA (23) kemudian N (26) dengan orang yang terdampar berinisial AH (32) di dalam Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Hari Jumat (10/5).

 

Tersangka FA dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 KUHP serta atau Pasal 56 KUHP juga atau Pasal 181 KUHP lalu atau Pasal 221 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

 

"Untuk dituduh FA dikenakan Pasal 340 KUHP, dengan pidana terhenti atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun lalu N dikenakan Pasal 338 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun," kata Titus.

Artikel ini disadur dari Kasus mayat dalam sarung, Polisi: Pelaku sempat buat skenario 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *