KKP tangani hasil penyelundupan sekitar 200 ribu benih bening lobster

KKP tangani hasil penyelundupan sekitar 200 ribu benih bening lobster

sepanjang 2024 sudah ada menggagalkan delapan kali upaya penyelundupan benih bening lobster 

Jakarta – Kementerian Kelautan juga Perikanan menangani 200 ribu Benih Bening Lobster (BBL) hasil penyelundupan yang mana berhasil digagalkan bekerja sejenis dengan TNI Angkatan Laut ke wilayah Tanjung Jabung Timur, Jambi pada hari terakhir pekan (10/5).

"Kami mengapresiasi TNI AL berhadapan dengan partisipasi menyimpan kekayaan sumber daya perikanan kita. BBL itu kekayaan alam kita, yang tersebut nilainya besar sekali," kata Asisten Khusus Menteri Kelautan serta Perikanan Sektor Dunia Pers dan juga Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin ketika jumpa pers ke Jakarta, Kamis.

Ia mengutarakan total ada 277.800 benih bening lobster yang mana berhasil diamankan selanjutnya akan dilepasliarkan pada perairan Lampung bersatu TNI AL.

Menurut beliau sepanjang 2024 sudah ada menggagalkan delapan kali upaya penyelundupan benih bening lobster dengan melibatkan beberapa orang instansi diantaranya Polri, AVSEC Bandara, dan juga TNI AL.

"Total BBL yang tersebut diamankan dari para pelaku sebanyak-banyaknya 982.025 ekor," kata dia

Doni menambahkan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya akan terus diperkuat, terlebih KKP telah dilakukan membentuk Project Management Office (PMO) 724 yang tersebut bertugas mengakselerasi pelaksanaan Permen KP Nomor 7/2024.

Menurut ia regulasi ini diterbitkan untuk mentransformasi tata kelola lobster dalam Nusantara termasuk dari sisi pengawasan hingga penguatan lingkungan budidaya lobster nasional.

"PMO pada waktu ini diisi oleh internal KKP untuk mengakselerasi Permen KP Nomor 7/2024. Ke depan ini akan diperkuat lagi dengan pembentukan Satgas Lobster yang tersebut melibatkan aparat penegak hukum dan juga kementerian dan juga lembaga terkait," kata dia.

Ia memaparkan penyelundupan BBL yang dimaksud berhasil digagalkan oleh TNI AL berlangsung dua kali di sebulan ini.

Tim Lanal III Palembang sebelumnya mengamankan hampir 100 ekor benur dari operasi penangkapan ke Banyuasin, Sumatera Selatan pada awal Mei lalu.

Kemudian pasukan Lanal III Palembang kembali melakukan penangkapan di wilayah Tanjung Jabung Timur, Jambi pada 10 Mei setelah itu banyaknya 277.800 ekor BBL.

Bermacam-macam ribu benur ini akan diselundupkan ke Singapura dengan tujuan akhir negara Vietnam.

"Rute-rute sudah ada kami pelajari, di antaranya tempat-tempat pengirimannya sudah ada kami pelajari," kata Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel Kasal), Laksamana Muda TNI Akmal.

Sementara itu Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan mengutarakan bahwa pihaknya setiap saat siap bersinergi dengan KKP pada menekan praktik ilegal penyelundupan benur dalam wilayah kerjanya.

Pengembangunan juga telah dijalankan berdasarkan informasi para pelaku yang mana ditangkap.

"Para terduga yang digunakan kami tangkap ini jaringan putus. Jadi dia ini ditugaskan untuk menyeberangkan. Tapi kalau kita lihat dari prospek kerugian negara yang begitu besar, ada prospek ini didanai, jadi tentu belaka ini terus kami kembangkan," kata dia.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Informan Daya Perikanan Ditjen (PSDKP) Kementerian Kelautan lalu Perikanan (KKP) Drama Panca Putra mengungkapkan modus-modus operandi yang mana diwujudkan para pelaku dan juga sepanjang tahun 2023 ada 20 kali penangkapan dengan pola penyelundupan yang mana beragam.

Ia menjelaskan rute penyelundupan mulai dari jalur darat, laut bahkan udara.

Untuk penyelundupan yang tersebut dijalankan ke wilayah Nusa Tenggara, Bali, kemudian Pulau Jawa seringnya menggunakan jalur udara. Sedangkan wilayah yang tersebut berdekatan dengan Singapura, menggunakan jalur laut.

"Polanya macam-macam, ada melalui jalur udara. Atmosfer ini biasanya kita tangkap di wilayah Lombok, Bali, Surabaya. Mereka mengakibatkan melalui koper, tidaklah melalui kargo," ungkap Drama.

Pihaknya juga melakukan pencegahan salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi terhadap nelayan penangkap BBL terkait substansi Permen KP Nomor 7/2024. Pihaknya menyokong BBL yang mana ditangkap dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lobster.

 

Artikel ini disadur dari KKP tangani hasil penyelundupan sekitar 200 ribu benih bening lobster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *