Honorer Dihapus dari Daftar Tanpa Prosedur, Pejabat Kementan Kena Sanksi

* Pejabat Kementan yang Hapus Honorer Tanpa Persetujuan Dihukum Tegas
* Pelanggaran Proses Penghapusan Honorer: Pejabat Kementan Dikenai Sanksi
* Hapus Honorer Tanpa Izin, Pimpinan Tegur Pejabat Kementan

Pengakuan Mantan Sekretaris Badan Karantina: Teguran Usai Hapus Nama Penyanyi Dangdut dari Daftar Honorer Kementan

Jakarta – Persidangan kasus dugaan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, dan mantan Direktur Kementan M Hatta menghadirkan pengakuan dari mantan Sekretaris Badan Karantina, Wisnu Haryana. Wisnu mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditegur usai mencoret nama penyanyi dangdut Nayunda Nabila dari daftar honorer Kementerian Pertanian (Kementan).

Teguran dari Sekjen Kementan

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya yang dibacakan oleh jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/5/2024), Wisnu menjelaskan bahwa teguran tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen Kementan saat itu, Kasdi Subagyono. Wisnu menyatakan bahwa dirinya menghapus nama Nayunda dari daftar honorer karena yang bersangkutan tidak pernah masuk kantor selama satu tahun. Namun, tindakannya itu kemudian menimbulkan respons dari Kasdi.

Penitipan dari SYL

Dalam BAP-nya, Wisnu menyebut bahwa SYL pernah menitipkan tenaga honorer untuk menerima honor atau gaji melalui Sekjen Kasdi Subagyono pada Badan Karantina Kementan. Namun, Wisnu mengaku tidak pernah mengetahui langsung dari SYL. Ia mengatakan bahwa nama Nayunda diserahkan oleh Kasdi Subagyono.

Wisnu menjelaskan bahwa Kasdi menyampaikan “Ini titipan Pak Menteri untuk Bu Thita?” Namun, ia kemudian mengoreksi keterangannya bahwa penitipan tersebut bukanlah langsung dari SYL, melainkan dari Kasdi. Ia juga mengetahui bahwa Nayunda akan dijadikan ajudan atau asisten Thita, berdasarkan pengakuan Nayunda sendiri.

Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

SYL bersama dengan Kasdi dan Hatta didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Mereka diadili dalam berkas perkara terpisah. Persidangan terus berlanjut, menghadirkan saksi dan bukti-bukti terkait kasus dugaan korupsi ini.

Kronologi

* Awal tahun 2021, SYL diduga menitipkan Nayunda Nabila sebagai honorer di Badan Karantina Kementan.
* Nama Nayunda masuk daftar honorer, namun yang bersangkutan tidak pernah masuk kantor.
* Wisnu Haryana, selaku Sekretaris Badan Karantina, menghapus nama Nayunda dari daftar honorer.
* Wisnu Haryana ditegur oleh Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono, karena menghapus nama Nayunda.
* Wisnu Haryana mengetahui bahwa Nayunda akan menjadi ajudan atau asisten Thita, istri SYL.
* SYL, Kasdi, dan Hatta didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi terkait kasus ini.

Poin Penting

* Teguran Wisnu Haryana karena menghapus nama Nayunda Nabila dari daftar honorer.
* Penitipan Nayunda ke Badan Karantina Kementan diduga dari SYL melalui Kasdi Subagyono.
* Nayunda tidak pernah masuk kantor selama menjadi honorer.
* Wisnu Haryana mengetahui penugasan Nayunda sebagai ajudan atau asisten Thita dari pengakuan Nayunda sendiri.
* SYL, Kasdi, dan Hatta didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar.

Artikel ini disadur dari Pejabat Kementan Era SYL Coret Nayunda dari Honorer, Langsung Ditegur Atasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *