Strategi Pelatih Memunculkan Ketenangan Ana/Tiwi di Final Thailand Open

Strategi Pelatih Membantu Ana/Tiwi Tampil Tenang dan Prima di Final Thailand Open

Jalan Terjal Menuju Gelar di Thailand Open 2024: Ana/Tiwi Hanya Sanggup Jadi Runner-Up

Jakarta – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi), harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai pada babak final Thailand Open 2024, Minggu (12/2). Kekalahan melalui dua gim langsung dengan skor 14-21, 14-21 tersebut memupus harapan Ana/Tiwi untuk meraih gelar juara.

Konsistensi dan Ketenangan Jadi Kunci

Asisten pelatih ganda putri Indonesia, Prasetyo Restu Basuki, menyoroti pentingnya konsistensi dan ketenangan bagi Ana/Tiwi dalam menghadapi tim tuan rumah. Menurut Prasetyo, permainan Ana/Tiwi sudah baik, tetapi masih belum konsisten. Sementara itu, lawan mereka dinilai lebih siap dalam mempersiapkan teknik, strategi, pukulan, dan pola permainan.

Selain itu, Prasetyo juga menekankan perlunya ketenangan saat menghadapi situasi tertekan. “Saat lawan bisa membalikan keadaan, sebenarnya yang sangat dibutuhkan saat itu adalah ketenangan. Namun, saat terkejar, Ana/Tiwi malah belum bisa bermain tenang,” ujarnya.

Persiapan Matang Sebelum Partai Puncak

Menjelang pertandingan puncak, Prasetyo dan tim pelatih mengaku telah melakukan diskusi terkait pola dan strategi permainan untuk menghadapi sang unggulan pertama, Kititharakul/Prajongjai. Persiapan tersebut mencakup analisis kekuatan dan kelemahan lawan, serta pengembangan strategi yang efektif.

Namun, Prasetyo mengungkapkan bahwa Ana/Tiwi terlihat kurang lepas dalam bermain di babak final. Berbeda dengan permainan mereka saat menghadapi unggulan kedua asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, di babak semifinal.

“Saat lawan ganda Jepang, keduanya bisa bermain lebih lepas, bisa enjoy, banyak variasinya dan bermain sabar,” kata Prasetyo. “Namun, hal ini bisa terjadi karena kualitas lawan hari ini berbeda dengan yang dihadapi kemarin. Hari ini kemampuan lawan memang lebih baik, serangan-serangannya juga lebih tajam,” jelasnya.

Target Berikutnya: Malaysia Masters 2024

Setelah Thailand Open 2024, Ana/Tiwi akan melanjutkan perjalanan mereka di rangkaian tur BWF di Asia Tenggara, yaitu Malaysia Masters 2024. Turnamen yang juga merupakan level Super 500 ini menjadi target selanjutnya bagi pasangan ganda putri tersebut.

Prasetyo berharap Ana/Tiwi dapat mempertahankan performa mereka dan memenuhi target yang telah ditetapkan. “Kami bersyukur tampil di Thailand Open bisa melaju ke final dan tanpa cedera. Semoga mereka mampu mempertahankan performanya dan memenuhi target yang mereka harapkan,” pungkas Prasetyo.

Artikel ini disadur dari Pelatih soroti ketenangan Ana/Tiwi pada final Thailand Open

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *