PN Jaksel tolak gugatan praperadilan Panji Gumilang terkait TPPU

PN Jaksel tolak gugatan praperadilan Panji Gumilang terkait TPPU

eksepsi yang tersebut diajukan oleh pemohon juga tiada dapat diterima

Jakarta – PN DKI Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Abdussalam Panji Gumilang terkait sah atau tidaknya penetapan terperiksa perbuatan pidana pencucian uang (TPPU) oleh Bareskrim Polri.

"Dalam pokok perkara menolak permohonan praperadilan secara seluruhnya," kata Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) DKI Jakarta Selatan Estiono ketika membacakan putusan praperadilan Panji Gumilang ke Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan pada eksepsi yang mana diajukan oleh pemohon juga tiada dapat diterima, sehingga seluruh permohonan termohon terkait perkara Panji Gumilang ditolak.

Untuk itu, Hakim Tunggal PN Jaksel Estiono memerintahkan pemohon agar membayarkan biaya perkara di sidang praperadilan itu terhadap Panji Gumilang sebesar nihil.

"Mengadili pada eksepsi pemohon dinyatakan bukanlah kewenangan praperadilan tiada dapat diterima. Membebankan untuk pemohon biaya perkara beberapa jumlah nihil. Demikian diputuskan pada hari ini Selasa 14 Mei," tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Panji Gumilang Alvin Lim mengaku kecewa dengan putusan hakim yang mana menolak secara keseluruhan permohonan yang digunakan sudah pernah diajukan.

Ia menilai  hakim sudah pernah diintervensi oleh pihak-pihak luar, akibat sehari sebelum putusan ada beberapa lembaga yang tersebut mengomentari perkara tersebut.

"Tentu kami kecewa dengan putusan ini. Hakim tak mengambil informasi dari kedua belah pihak," katanya.

Sidang putusan praperadilan Panji Gumilang dibacakan oleh Hakim Tunggal Estiono, pada mana di pertimbangannya menyebutkan beberapa jumlah alasan terkait penolakan gugatan praperadilan.

Salah satu poin utama yaitu penetapan terperiksa terhadap Panji Gumilang telah memenuhi dua unsur alat bukti sehingga telah terjadi dinyatakan sah. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Perekonomian Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Abdurrahman Panji Gumilang (APG) sebagai terperiksa pada tindakan hukum dugaan aktivitas pidana pencucian uang (TPPU), dengan aksi pidana awal penggelapan uang yayasan.

Keputusan meningkatkan status Panji Gumilang dari terlapor berubah menjadi dituduh diambil setelahnya penyidik bersatu tim internal dan juga eksternal Polri melakukan gelar kejuaraan perkara pada Kamis.

“Kesimpulan hasil peringkat perkara yang dimaksud APG telah terjadi memenuhi untuk di dalam atas, kemudian meningkatkan statusnya berubah jadi dituduh pasal-pasal tadi,” kata Direktur Tindak Pidana Kondisi Keuangan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan di dalam Mabes Polri Jakarta, Kamis 26 November 2023.

Whisnu menjelaskan pada perkara ini, Panji Gumilang sebagai Pimpinan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) mengajukan pinjaman terhadap salah satu bank, kemudian uang yang dimaksud masuk ke akun pribadi, sementara cicilan pinjaman yang disebutkan dibayarkan dari uang Yayasan Pesantren Indonesia.

Dari analisis penghargaan perkara tersebut, kata dia, penyidik mempunyai bukti bahwa Panji Gumilang pada tahun 2019 telah terjadi menerima pinjaman dari Bank JTrush beberapa Rp73 miliar.

 

Artikel ini disadur dari PN Jaksel tolak gugatan praperadilan Panji Gumilang terkait TPPU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *