Polisi ungkap kronologi pembunuhan mayat di sarung ke Tangsel

Polisi ungkap kronologi pembunuhan mayat dalam sarung ke Tangsel

DKI Jakarta –

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kronologi pembunuhan terhadap seseorang pemilik warung kelontong yang mayatnya dimasukkan ke di sarung.

​​​​​Kronologi perkara ini disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Reserse Mobile (Kasubdit Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully pada waktu konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Kasus pembunuhan yang dimaksud dijalankan oleh pelaku FA (23) kemudian N (26) dengan orang yang terluka berinisial AH (32) ke Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada hari terakhir pekan (10/5).

 

Kejadian berawal pelaku bernama FA bekerja di dalam warung milik kakak sepupu pelaku AH, sejak bulan Januari 2024. Selama pelaku bekerja pada warung yang dimaksud banyak mendapatkan perlakukan kurang baik dari orang yang terdampar selaku pemilik warung.

 

Titus menjelaskan, FA kemudian menceritakan terhadap temannya, N, yang digunakan bekerja sebagai karyawan warung soto yang dimaksud letaknya diseberang warung tempat FA bekerja.
 
"Pada ketika cerita yang dimaksud N menyampaikan secara lisan untuk FA 'Jika kamu merasa tidak ada senang dengan perlakuan kakak sepupu kamu, kamu cari kerjaan di dalam tempat lain hanya lalu terhadap kakak sepupumu kamu bacok semata kemudian itu ada golok ke warung penjual kelapa', " kata Titus.

Kemudian pada Hari Jumat (10/5) sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Barat penderita membangunkan FA yang dimaksud baru semata tidur untuk melayani pembeli tersebut. Sedangkan sikap penderita pada waktu itu sedang makan mi ayam.

 

Setelah melayani pembeli tersebut, emosi FA pada waktu itu memuncak sebab dibangunkan pada ketika baru semata tidur.

"Pada pada waktu orang yang terluka masih makan mi ayam secara secara tiba-tiba FA mengambil golok yang digunakan telah lama disimpan juga membacok korban sebanyak empat kali hingga meninggal," kata Titus.

 

Setelah individu yang terjebak meninggal bumi kemudian ditutup dengan kasur lantai. Kemudian FA menemui N lalu memberitahu bahwa korban telah dibunuh.

 

Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, FA membuang mayat orang yang terdampar dalam Jalan H Saleh Blok D Nomor 18 Kelurahan Benda Baru Kecamatan 
Pamulang, Tangerang Selatan.

 

"Kemudian pada Hari Sabtu (11/5) polisi melakukan penyelidikan kemudian selanjutnya terperiksa FA kemudian N ditangkap pada Mingguan (12/5) pada Jalan Perumahan Makadam H. Saleh RT 004/RW 002 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan," kata Titus.

 

Tersangka FA dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 KUHP lalu atau Pasal 56 KUHP serta atau Pasal 181 KUHP serta atau Pasal 221 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

 

"Untuk dituduh FA dikenakan Pasal 340 KUHP, dengan pidana meninggal atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun lalu N dikenakan Pasal 338 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun," kata Titus.

 

Sebelumnya, mayat seseorang pria tanpa identitas ditemukan oleh warga pada keadaan terbungkus kain sarung.

Kapolsek Pamulang Kompol Ghulam Nabi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Korban ditemukan pada Hari Sabtu (11/5) pagi.

Artikel ini disadur dari Polisi ungkap kronologi pembunuhan mayat dalam sarung di Tangsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *