Undang-Undang Penting untuk Konservasi Lingkungan yang Akan Diadopsi pada Sidang Parlemen Dunia

Undang-undang Penting untuk Lindungi Lingkungan Disiapkan untuk Disetujui di Sidang Parlemen Global

Rangkuman Hasil World Water Forum ke-10 di Bali: Komitmen Parlemen untuk Mengatasi Krisis Air

Jakarta – World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 21-23 Mei 2024 telah menghasilkan beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam upaya mengatasi krisis air global. Anggota Biro Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Keberlanjutan, Putu Supadma Rudana, selaku rapporteur kegiatan, memaparkan rangkuman rapat pada Selasa, 21 Mei 2024.

Tujuan Pertemuan

Pertemuan Parlemen dalam rangka Forum Air Dunia ke-10 merupakan forum parlemen global pertama yang secara khusus membahas isu air dan signifikansinya bagi keamanan dan kesejahteraan global. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar parlemen dalam memobilisasi tindakan untuk mengatasi permasalahan air dan sanitasi.

Poin Penting

Menurut Putu, terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam WWF ke-10 di Bali:

1. Agenda Air di Parlemen: Memastikan bahwa air menjadi salah satu agenda utama parlemen dan mendorong dialog parlemen di tingkat regional dan internasional terkait isu air.

2. Perspektif Komunitas: Menekankan pentingnya perspektif komunitas dan populasi lokal dalam upaya global untuk memastikan keadilan dan keamanan air, serta menyesuaikan langkah yang diambil dengan kebutuhan lokal dan pengetahuan tradisional.

3. Pengelolaan Air Berkelanjutan: Mengakui peran penting pengelolaan air berkelanjutan dalam membangun ketahanan masyarakat dan ekosistem, serta mendukung adaptasi perubahan iklim sejalan dengan tujuan iklim global.

4. Diplomasi Air: Menekankan perlunya peningkatan diplomasi dalam mengelola sumber daya air, berbagi pengetahuan, dan praktik baik untuk mengatasi ketahanan air, mengingat tantangan terkait air melampaui batas negara.

Tugas Parlemen

Putu Supadma Rudana menegaskan bahwa parlemen dan anggota parlemen memiliki tugas untuk memprioritaskan tindakan terhadap air guna mewujudkan komitmen yang tertuang dalam SDGs 2030 dan mewujudkan dunia yang adil dan sejahtera saat ini dan untuk generasi mendatang.

Omnibus Law Air di Indonesia

Dalam kesempatan terpisah sebagai panelis di WWF ke-10, Putu mendorong perlunya setiap negara anggota IPU menjadi “warrior on water” atau pejuang dalam memperjuangkan air dengan membuat resolusi berupa undang-undang (UU). Khusus di Indonesia, Putu mengusulkan perlunya Omnibus Law tentang air yang mencakup pengelolaan sumber daya air secara komprehensif.

Field Trip dan Kunjungan Lapangan

Setelah kegiatan WWF ke-10 Bali selesai, sebanyak 45 orang delegasi dari beberapa negara melanjutkan field trip untuk melepaskan ikan dan melihat proses pembibitan mangrove di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali pada 21 Mei 2024.

Artikel ini disadur dari Putu Rudana: Kesepakatan Bersama WWF ke-10 Bali akan Diserahkan ke IPU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *