Tiga pelaku pemerasan bermodus kencan palsu terancam 9 tahun penjara

Tiga pelaku pemerasan bermodus kencan palsu terancam 9 tahun penjara

Ibukota – Tiga pelaku pemerasan bermodus kencan dengan program palsu, yakni VN (21), AA (26) lalu MAS (20) terancam sembilan tahun penjara.

Ancaman hukuman yang dimaksud disangkakan lantaran para pelaku yang disebutkan melakukan pemerasan disertai ancaman terhadap korban.

"Para pelaku disangkakan dengan Pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dengan ancaman, dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara," ucap Kapolsek Kalideres Kompol Abdul Jana di dalam Ibukota pada Selasa.

Abdul menuturkan bahwa para pelaku menggunakan program fiktif tertentu untuk menipu serta memeras orang yang terdampar yang tersebut berinisial IH.

“Para pelaku ini menggunakan perangkat lunak kencan fiktif untuk menipu serta memeras korban. Mereka menyebabkan akun palsu dengan foto dan juga profil manusia wanita guna mengelabui serta memikat korban,” kata Abdul.

Pelaku VN, kata Abdul, menggunakan foto wanita yang mana diambil dari media sosial serta memasangnya ke aplikasi mobile kencan yang disebutkan dengan nama fiktif Putri Nita.

Pelaku kemudian mulai mengunggah foto yang dimaksud untuk menawan perhatian korban. "Setelah mendapatkan tanggapan dari korban, pelaku menawarkan nilai kencan serta setelahnya tahapan tawar-menawar disepakati sama-sama korban," kata Abdul.

Pada ketika yang tersebut telah lama ditentukan, pelaku VN sama-sama AA lalu MAS berangkat dari tempat kos mereka menuju tempat reuni di dalam sebuah tempat di dalam sekitar Gang Sate Hasan Jalan Peta Selatan, RT 06/03 Kalideres, kalideres, Ibukota Barat, pada Akhir Pekan (5/5).

Saat orang yang terdampar tiba pada kedudukan dengan sepeda gowes motor, pelaku AA menakut-nakuti individu yang terjebak dengan mengungkapkan bahwa wanita di foto yang dimaksud adalah istrinya juga mengancam akan mengakibatkan orang yang terdampar ke kantor polisi.

Untuk menyavoid masalah, orang yang terdampar akhirnya setuju untuk berdamai lalu memberikan uang sebesar Rp500 ribu terhadap pelaku AA. Selain itu, pelaku juga mengambil paksa telepon seluler (hp) orang yang terdampar sebagai jaminan.

"Setelah hp penderita dipakai untuk belanja 'online' sesudah itu hp digadaikan sebesar Rp400 ribu. Jadi total kerugian mencapai sekitar Rp15.200.000," kata Abdul.

Polisi berhasil menangkap para pelaku pada Hari Sabtu (11/5) sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Barat ke tempat kost mereka itu di Kampung Kosambi Baru, Cengkareng, Ibukota Barat.

"Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa para pelaku telah dilakukan melakukan modus kencan melalui aplikasi mobile kencan palsu ini sejumlah lima kali," kata dia.

Artikel ini disadur dari Tiga pelaku pemerasan bermodus kencan palsu terancam 9 tahun penjara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *